Proses Pembuatan Susu Kedelai yang Berkualitas

Lina Ambar

Proses pembuatan susu kedelai dimulai dengan pemilihan biji kedelai yang berkualitas. Biji kedelai yang baik adalah yang memiliki ukuran seragam, warna kuning cerah, dan bebas dari kotoran. Setelah kedelai dicuci bersih, biji tersebut direndam dalam air selama 8-12 jam untuk mengembang.

Setelah direndam, kedelai dikupas dan digiling halus dengan menambahkan air untuk membentuk susu kedelai mentah. Campuran ini kemudian dipanaskan pada suhu sekitar 80-100 derajat Celsius untuk menonaktifkan enzim yang tidak diinginkan dan menghilangkan bau langu.

Langkah selanjutnya adalah penyaringan untuk memisahkan ampas kedelai dari cairan susu. Ampas yang tersisa, yang dikenal sebagai okara, dapat digunakan sebagai pakan ternak atau bahan baku makanan lainnya.

Susu kedelai yang telah disaring kemudian didinginkan dan dapat ditambahkan dengan berbagai perasa atau pemanis sesuai selera. Untuk meningkatkan nilai gizi, susu kedelai sering diperkaya dengan kalsium dan vitamin, seperti vitamin B12 dan D.

Dalam hal harga, susu kedelai yang diproduksi secara massal biasanya lebih terjangkau dibandingkan dengan susu kedelai buatan rumahan karena skala ekonomi. Harga susu kedelai di pasaran berkisar antara Rp15.000 hingga Rp30.000 per liter, tergantung pada merek dan kualitasnya.

Rekomendasi saya adalah untuk memilih susu kedelai yang tidak mengandung pengawet atau bahan tambahan kimia. Selalu periksa label untuk memastikan bahwa produk tersebut mengandung kedelai non-GMO dan telah melalui proses pasteurisasi untuk menjamin keamanannya.

Susu kedelai merupakan alternatif yang bagus bagi mereka yang intoleran laktosa atau mencari opsi vegan. Dengan proses pembuatan yang tepat, susu kedelai tidak hanya lezat tetapi juga menyehatkan.

Also Read

Bagikan:

[addtoany]

Tags

Tinggalkan komentar